Langsung ke konten utama

Dampak Buruk Hanya Belajar Cara, Tanpa Belajar Mengapa




Mengapa kita lebih tertarik langsung belajar cara? Tanpa belajar mengapa? Mengapa menggambar pemandangan sering berupa 2 gunung dan 1 jalan raya? Mengapa menggambar bebek sering menghadap kiri? Tidak hadap depan? Apa penyebabnya? Apakah ada kaitan dengan cerita saya di bawah ini?

Hanya Belajar How To tanpa Belajar Why

Saat awal SMA saya sangat tertarik belajar desain grafis digital. Mulai mengenal aplikasi photoshop, corel draw. Lalu apa yang saya lakukan, saya berkali-kali mencari tutorial di berbagai buku, internet. Bahkan saat ada pameran buku, yang pertama saya cari adalah buku dengan judul seputar“Cara Mudah Menggambar di Photoshop”, “Menjadi Ahli Desain Grafis Digital dengan Corel Draw”.

Dari sini, saya pun belajar beragam cara membuat efek api di photoshop, menghilangkan jerawat di wajah, hingga membuat logo di corel draw. Saya merasa sudah jago waktu itu, tidak jarang saya mendesain poster kegiatan organisasi di sekolah.

Batik digital karya saya

Namun, ternyata ada yang salah dengan cara belajar saya. Terjadi saat saya melihat hasil tugas-tugas desain grafis TIK teman sekelas “Membuat batik dengan Corel Draw”. Ada 2 orang yang dianggap jago desain digital di kelas, karena memang sudah mempelajarinya lama. Saya dan salah satu murid lain. Namun, menurut saya bukan kami berdua yang kreasi gambar batiknya paling bagus, tapi Ahmad Syauqi yang baru belajar Corel Draw selama 1 minggu, itu juga beberapa kali tanya saya. Kok bisa?

batik karya Ahmad Syauqi
Batik digital karya Ahmad Syauqi

Jadi saya merasa, ketika saya berpindah aplikasi desain, katakanlah dari Corel Draw ke Adobe Ilustrator, atau inkscape, maka saya merasa sangat kesulitan menggambar, dan butuh waktu mungkin sebulan agar bisa menggambar seperti biasanya. Ini teman saya baru belajar Corel Draw seminggu sudah bisa macam-macam.

Mengapa demikian? Apa rahasianya?

  1. Saya hanya belajar cara menggunakan corel draw untuk menggambar, tidak tahu konsep desain grafis, tidak tahu konsep mengombinasikan warna.
  2. Teman saya belajar dan memahami konsep desain grafis dan cara menggambar, lalu menerapkannya secara digital dengan corel draw.

Ya, saya tidak pernah belajar konsep menggambar, konsep desain grafis, mengapa perlu menggambar dengan langkah A atau B.

  1. Saya hanya menggunakan langkah-langkah yang ada, tanpa tahu bagaimana mengkoneksikan manfaat satu fitur dengan yang lain.
  2. Teman saya tahu tujuan, bisa membayangkan apa yang akan digambar, lalu mencari tahu langkah dan fitur yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan tadi.

Pertanyaannya.

  1. Seperti apa proses belajar murid kita?
  2. Bagaimana kita mengajarkan cara belajar ke murid kita?
  3. Apakah menempuh cara saya, atau Ahmad Syauqi?
  4. Apakah langsung mengajarkan cara atau dimulai dari memahami konsep?

Apalagi dampaknya jika hanya belajar cara?

Silakan lihat baliho-baliho kampanye pilkada, promosi sekolah, maupun promo lainnya. Anda akan bisa merasakan mana yang dibuat oleh orang yang memahami konsep desain grafis, atau oleh orang yang hanya tahu cara mengoperasikan Photoshop/Corel Draw.

Lihat gambar batik saya di post ini, saya nulis nama saja sampai tidak kelihatan, karena tidak paham konsep kombinasi warna. Jadi apakah kita ingin murid kita hanya belajar dengan langsung praktik? Atau memang perlu belajar dengan memahami konsep? Yuk tulis pendapat Bapak Ibu di komentar!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Dahsyat Promosi Sekolah

Jika promosi sekolah dengan fasilitas sarpras yang mahal. Bagaimana dengan sekolah yang fasilitasnya terbatas? Jika promosi sekolah dengan testimoni alumni. Bagaimana dengan sekolah yang baru berdiri? Cerita yang saya bagikan berikut ini, adalah solusi untuk menjawab kegelisahan di atas.